Kita menghabiskan sekitar sepertiga hidup di atas kasur. Setiap malam kasur menyerap keringat, minyak kulit, dan sel kulit mati, sementara debu dari udara terus mengendap di permukaannya. Bedanya dengan sprei, kasur tidak bisa dilepas dan dimasukkan mesin cuci setiap minggu.
Akibatnya kotoran menumpuk perlahan-lahan, dan banyak orang baru menyadarinya setelah baunya terasa. Berikut tanda-tanda yang menunjukkan kasur Anda sudah waktunya dibersihkan menyeluruh.
1. Bau apek tetap ada walau sprei baru diganti
Kalau sprei sudah dicuci bersih tapi bau tetap muncul saat Anda berbaring, sumbernya bukan di kain penutup melainkan di dalam lapisan kasur. Keringat yang terserap selama berbulan-bulan bercampur dengan kelembapan udara — dan di iklim Jabodetabek yang lembap, prosesnya lebih cepat daripada di daerah kering.
2. Ada bercak menguning atau bekas noda
Noda kuning kecokelatan biasanya bekas keringat yang mengering. Selain mengganggu dilihat, bercak seperti ini menandakan cairan sudah meresap cukup dalam. Menggosoknya dengan air dan sabun biasa umumnya malah memperluas noda, karena airnya ikut masuk dan sulit kering.
3. Bersin atau hidung tersumbat setiap bangun tidur
Banyak orang mengalami hidung tersumbat, bersin, atau gatal di pagi hari yang mereda setelah keluar kamar. Salah satu pemicu yang umum adalah tungau debu — makhluk sangat kecil yang hidup dari sel kulit mati dan berkembang subur di tempat hangat serta lembap. Kasur adalah lingkungan yang ideal untuknya.
Membersihkan kasur secara berkala mengurangi jumlah tungau dan debu yang jadi pemicunya. Kalau keluhannya berlanjut atau makin berat, sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
4. Kasur terasa lembap atau lebih berat
Kasur yang jarang diangin-anginkan bisa menyimpan kelembapan, apalagi kalau kamar jarang dibuka jendelanya atau ber-AC terus-menerus. Permukaannya terasa dingin dan sedikit lembap saat disentuh di pagi hari. Kondisi ini yang paling sering berujung pada bau apek dan jamur.
5. Sudah lebih dari enam bulan sejak terakhir dibersihkan
Kalau Anda tidak ingat kapan terakhir kasur dibersihkan menyeluruh, kemungkinan besar sudah lewat waktunya. Untuk pemakaian normal, pembersihan setiap enam bulan sudah memadai. Untuk kamar anak, pemilik alergi debu, atau rumah dengan hewan peliharaan, jaraknya sebaiknya lebih rapat.
Yang bisa Anda lakukan sendiri
Beberapa kebiasaan sederhana ini memperlambat penumpukan kotoran:
Ganti sprei minimal seminggu sekali. Ini lapisan pertahanan pertama kasur Anda.
Pakai pelapis kasur (mattress protector). Jauh lebih mudah dicuci daripada kasurnya sendiri.
Buka jendela kamar setiap pagi. Sirkulasi udara membantu kelembapan menguap.
Vakum permukaan kasur saat mengganti sprei, terutama di sela jahitan dan sudut.
Balik atau putar posisi kasur setiap beberapa bulan supaya tekanannya merata.
Yang sebaiknya dihindari: menyiram kasur dengan air, atau menggosoknya dengan deterjen biasa. Air yang masuk ke dalam busa sangat sulit kering sendiri, dan justru mengundang jamur.
Kapan sebaiknya memanggil jasa profesional
Perawatan mandiri hanya menjangkau permukaan. Kotoran, tungau, dan noda yang sudah meresap ke lapisan dalam butuh mesin dan cairan khusus. Prosesnya biasanya meliputi penyedotan kotoran kering, pemberian cairan pembersih, pencucian dengan mesin, lalu penyedotan sisa air — langkah terakhir inilah yang membuat kasur tidak basah kuyup dan bisa kering dalam hitungan jam.
KILAU n' CLEAN melayani cuci kasur panggilan untuk seluruh area Jabodetabek. Pengerjaannya langsung di kamar Anda, jadi kasur tidak perlu diangkut ke mana-mana. Harganya dihitung per item sesuai ukuran kasur, dan alat serta cairannya sudah termasuk.
Punya sofa yang kondisinya serupa? Prinsip perawatannya tidak jauh berbeda — bisa dilihat di halaman cuci sofa.

